Belajar Budidaya Salak Slebor

Proses penyediaan bibit salak dilakukan dengan dua cara utama. Metode generatif menggunakan biji salak, yang kerap ditanam di sepanjang parit keliling lahan untuk ditumbuhkan sebagai tanaman jantan penyerbuk. Namun, untuk tanaman utama berbuah, petani mengandalkan pembibitan vegetatif melalui teknik pencangkokan dari anakan salak unggul.

Langkah pencangkokan dilakukan dengan memilih anakan dari induk betina yang produktif dan sehat. Anakan ideal yang siap dicangkok memiliki sekitar empat hingga lima pelepah daun. Petani memotong satu pelepah terluar hingga pangkalnya terlihat, karena area bekas pelepah tersebut merupakan titik utama tumbuhnya akar baru.

Media cangkok dibuat memanfaatkan wadah bekas seperti botol plastik atau botol infus yang dipotong dua dan dilubangi bagian sisinya. Tunas anakan diselipkan ke dalam lubang botol tersebut lalu diisi tanah sekitar batang induk hingga padat. Setelah akar tumbuh lebat dan menggumpal dalam rentang waktu sekitar lima bulan, anakan dipisah dari rumpun induk menggunakan pahat bangunan atau dodos. Hasil cangkokan kemudian ditanam di dalam wadah penyemaian dan diistirahatkan di tempat teduh selama satu hingga dua bulan hingga kondisi tanaman stabil dan siap dipindahkan ke lahan terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *